Virtual Traveling, Berwisata dengan Rasa dan Sudut Pandang Berbeda

Virtual traveling mulai eksis sejak mewabahnya Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Hal ini dikarenakan aktivitas liburan yang harus berhenti untuk menghindari penularan wabah. Oleh karena itu, virtual traveling menjadi alternatif banyak orang untuk melakukan liburan.

Virtual traveling yang sudah menjadi tren ini biasanya dilakukan melalui platform meet seperti zoom atau google meet. Skema dari virtual traveling akan menampilakan video dan foto yang didukung dengan elemen suara, musik, dan narasi dari tour guide.

Sekilas hal ini seakan biasa saja, sebab unggahan video dan foto wisata yang akan dikunjungi sudah banyak beredar di internet. Namun, hal tersebut cukup berbeda dengan virtual traveling, sebab dengan melakukan kegiatan ini wisatawan akan mendapatkan banyak informasi mendetail dari tour guide. Oleh sebab itu, dengan adanya tren ini akan membantu wisatawan dalam membuat rencana perjalanan ketika akan berkunjung langsung ke tempat wisata tersebut.

Selain itu, virtual traveling juga memiliki manfaat seperti, memberikan pengalaman bernostalgia bagi wisatawan yang sudah mengunjungi destinasi wisata yang dituju. Dengan adanya tour guide juga memberi pengalaman pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai sejarah dari tempat wisata yang dikunjungi.

Virtual traveling juga memberikan pengalaman berwisata dalam sudut pandang berbeda. Wisatawan dapat melihat tempat wisata yang akan dikunjungnya tanpa harus menunggu waktu yang ditentukan. Misalnya, wisatawan tidak perlu menunggu waktu lama untuk melihat pemandangan kota Armsterdam di malam hari, sebab tour guide akan mengalihkan video ke malam hari dan menjelaskan seluk beluk dari kota tersebut.

Untuk tempat wisata virtual di luar negeri yang cukup populer yaitu Menara Eiffel dan Museum Louvre di Paris, Prancis. Wisatawan tidak perlu keluar uang jutaan rupiah untuk pergi ke Paris, apalagi untuk sekadar melihat atau berjalan-jalan disekitar Menara Eiffel, bermodalkan layar computer sudah bisa melihat pemandangan kota Paris dari atas menara.

Sedangkan untuk di Museum Louvre dengan mengunjungi kanal louvre.fr, wisatawan sudah bisa mengunjungi museum ini dengan bebas. Di dalam museum ini terdapat benda-benda seni yang cukup bersejarah mulai dari lukisan, patung, guci, serta beberapa monumen sejarah Prancis lainnya. Tidak hanya itu, setiap objek yang dilihat memiliki credits-nya masing-masing.

Untuk virtual traveling semacam traveling tour di dalam negeri sudah banyak tempat yang bisa dikunjungi seperti Museum Nasional Indonesia, Monumen Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, Galeri Batik YBI atau Yayasan Batik Indonesia, hingga Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply