Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Sungai merupakan salah satu tempat untuk berenang dan bermain air di alam terbuka.

Selain laut dan kolam renang buatan, sungai memang cukup digemari karena biasanya lebih mudah diakses dan memberikan sensasi menyegarkan.

Namun, perlu diingat bahwa berenang di sungai maupun tempat air alami juga memiliki risiko besar jika tidak dilakukan dengan waspada dan hati-hati.

Oleh karena itu sebelum menceburkan diri, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dan dihindari.

Jangan lakukan 5 hal ini saat berenang di sungai

Ketua Umum Gopala Valentara PMPA Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Toif Fadzoli mengungkapkan beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berenang di sungai.

1. Nekat berenang saat kondisi tidak mendukung

Pertama, Toif menyampaikan hal terpenting adalah mengetahui kondisi sungai. Jangan nekat berenang di saat kondisi tidak mendukung, salah satunya saat musim hujan dan arus sedang deras.

Mengenai arus, Toif menyarankan agar seseorang bisa memilih arus tengah yang relatif tenang.

Ilustrasi sungai.

Ilustrasi sungai.

Kemudian, sebaiknya tidak berenang saat musim hujan karena meski di lokasi tersebut cuacanya cerah, arus air bisa berubah jika bagian hulu sungai mengalami hujan deras.

“Beberapa sungai di Indonesia, kadang-kadang arusnya terlihat tenang. Namun, ternyata dari hulu atau dari atas sedang hujan, sehingga banyak debit air terdorong ke bawah secara tiba-tiba,” terangnya.

Sehingga, debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras, bahkan bisa membuat air sungai meluap.

2. Terlalu jauh dari tepi sungai

Menurut Toif, apabila belum terlalu mengenal medan suatu sungai atau belum pandai berenang, sebaiknya berenang di pinggiran saja.

Salah satu jembatan di atas Sungai Aare, Swiss

Salah satu jembatan di atas Sungai Aare, Swiss

“Kalau misalnya tidak tahu kondisinya, lebih baik berenang di pinggiran. Gak usah ke tengah-tengah atau terlalu jauh karena belum tau kedalamannya,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa terkadang di pinggir sungai kedalaman air bisa terlihat dangkal. Sementara, semakin ke tengah biasanya makin dalam.

3. Panik

Toif menyampaikan, jika memang sudah berenang di sungai dan tiba-tiba ada arus besar, hal pertama yang sebaiknya tidak dilakukan adalah bersikap panik.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Jangan panik. Memang susah, tapi kalau panik, pikiran dan diri tidak akan terkontrol sehingga bernafas pun menjadi asal-alasan, sehingga air mudah masuk ke mulut,” ujarnya.

Ia berpesan agar orang yang bersangkutan bisa meminimalisir pergerakan dan mencoba untuk menenangkan diri.

4. Tidak mengamati kondisi sekitar

Kemudian, hal yang tidak boleh dilakukan saat berenang di sungai adalah tidak mengamati sekeliling.

Sungai Aare, Bern, Swiss

Sungai Aare, Bern, Swiss

Maksudnya, Toif menjelaskan agar dalam situasi tertentu, seseorang sebaiknya awas dan segera bertindak jika menemukan benda di sekitar sungai.

“Pengamatan kondisi sekitar, misalnya ada kayu, ban, atau apapun yang bisa dipegang, itu segera dipegang aja,” jelasnya.

5. Berenang melawan arus

Selanjutnya, dalam keadaan terbawa arus besar, seseorang bisa berenang secara pasif atau tidak melawan arus.

Ilustrasi berenang.

Ilustrasi berenang.

Renang pasif ini, kata Toif, posisi kepala diletakkan di belakang, sementara kaki di depan seolah-olah mengayuh sepeda.

“Tujuannya kaki seperti mengayuh sepeda itu adalah agar kalau di depan atau batu atau ada benda-benda yang menghalangi, tidak langsung terbentur kepala,” terangnya.

Ia melanjutkan bahwa jika posisi arus sungai sudah lebih tenang, seseorang bisa berbalik menjadi renang aktif. Artinya, renang aktif berarti seolah-olah berenang 45 derajat melawan arus sungai.

“Tujuannya untuk menuju ke tepian, agar ketika dekat ke tepian, sudah dapat terbawa arus sendiri dan mudah sampai ke pinggiran,” ujar Toif.

sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply