Wisatawan Bromo Diimbau Hindari Lautan Pasir Saat Hujan Deras

Wisatawan diimbau untuk tidak berada di lautan pasir Bromo saat hujan deras.

Imbauan itu muncul setelah beredar video yang memperlihatkan pemotor terjebak arus deras atau banjir di lautan pasir Gunung Bromo, pada Selasa (9/1/2024).

Dalam video tersebut, tampak seorang pemotor berjibaku menuntun motor terjebak banjir. Warga juga membantu pemotor itu menarik kendaraan ke tepian.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana menjelaskan bahwa fenomena banjir tersebut merupakan kejadian tahunan. Peristiwa itu bisa terjadi apabila turun hujan yang cukup deras.

Namun, kata dia, aliran air tersebut tidak berlangsung lama sehingga bisa dilewati kembali oleh pengunjung dan warga.

“Saat ini kondisi di TNBTS sudah kembali normal seperti biasanya. Diketahui, lokasi kejadian aliran air deras tersebut masuk di wilayah, Tosari Kabupaten Pasuruan,” kata Wisnu saat dihubungi Kamis (11/1/2024).

Berdasarkan koordinasi dengan pihak TNBTS, wisatawan diimbau selalu memperhatikan kondisi alam saat berkunjung ke Bromo.

“Kami mengimbau kepada wisatawan Gunung Bromo apabila cuaca di seputaran Bromo telah turun hujan, untuk keselamatan wisatawan sebaiknya tidak berada di lautan pasir Bromo,” kata Wisnu.

Ketua Forum Sahabat Gunung Sismiko menyebutkan bahwa peristiwa pemotor terjebak itu terjadi karena hujan deras yang mengakibatkan adanya aliran air di lautan pasir Gunung Bromo.

“Video pemotor yang terjebak itu bukan wisatawan melainkan warga lokal asal Tosari, Kabupaten Pasuruan yang bekerja di Sukapura,” kata Sismiko.

Sismiko menambahkan bahwa sejak Selasa, dilakukan pembatasan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Pembatasan kunjungan wisatawan ini dilakukan dalam rangka megeng, akhir Wulan Kapitu. Kunjungan wisatawan ke Bromo kembali dibuka Rabu (10/1/2024) mulai pukul 16.00 WIB,” tutur Sismiko.

Menurut Ketua Tim Data Kehumasan TNBTS Hendra, sering terjadi banjir di lautan pasir Bromo saat curah hujan tinggi.

“Betul, kondisi di Bromo terutama di laut pasir sering terjadi banjir, kalau intensitas hujan cukup tinggi,” jelas Hendra.

sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar