7 Kuliner Khas Bali untuk Menu Buka Puasa, Mulai dari Sate Lilit hingga Bebek Timbungan

Kuliner khas Bali terkenal dengan cita rasanya yang lezat.

Di Bali, banyak terdapat tempat makan yang menjajakan kuliner khas Bali dengan label halal.

Umat Muslim yang sedang liburan di Bali saat Ramadan 2020 pun tidak perlu khawatir.

Dilansir TribunTravel dari Coconuts, berikut 7 kuliner khas Bali yang wajib dicicipi saat buka puasa.

Baca juga: 

1. Sate lilit

Sate lilit terbuat dari daging yang dihaluskan, kelapa parut, santan, dan bumbu-bumbu lainnya.

Adonan tersebut kemudian diaduk hingga rata dan dibentuk bulat memanjang.

Selanjutnya dipasangkan pada tusuk bambu dan dibakar hingga matang.

2. Ayam betutu

Ayam betutu terbuat dari ayam yang dimasak utuh dan bagian perutnya diisi dengan bumbu.

Ayam tersebut kemudian dibungkus daun pisang atau daun pinang.

Selanjutnya dipanggang menggunakan di atas bara api sekam selama sehari semalam.

3. Sambal matah

Sambal matah di Bali umumnya disajikan dengan ayam ataupun ikan bakar.

Tanpa dimasak, sambal matah terbuat dari bawang merah, daun serai, bawang putih, dan tentunya cabai.

4. Serombotan

Serombotan merupakan kuliner khas Bali berupa urap sayuran.

Biasanya berisi bayam, kangkung, kacang panjang, buncis, tauge, terong bulat, dan pare.

Sayuran tersebut kemudian dibumbui dengan bumbu khas Bali, seperti kunyit, kencur, lengkuas, dan bumbu kacang pedas.

5. Nasi campur

Nasi campur berisi ikan panggang, tahu, tempe, sayur bayam, dan sate lilit.

Dengan cita rasa yang gurih, nasi campur selalu dilengkapi dengan sambal.

Nasi campur biasanya disajikan dengan alas daun pisang.

6. Nasi jinggo

Nasi jinggo atau nasi jenggo bisa dibilang merupakan nasi campur namun dalam versi mini.

Terbungkus daun pisang ataupun kertas minyak, nasi jinggo berisi sedikit nasi, tempe, ayam suwir, serundeng, dan sambal.

7. Bebek timbungan

Bebek timbungan terbuat dari daging bebek tua yang diungkep dengan rempah selama minimal 4 jam.

Selanjutnya dikukus dengan bumbu-bumbu pilihan minimal 8 jam.

Banyaknya bumbu dan lamanya waktu memasak membuat kuliner khas Bali yang satu ini begitu empuk dan lezat.

sumber: tribuntravel.com

Putri Balige
Author: Putri Balige

Leave a Reply