Ingin Melihat Blue Fire Kawah Ijen? Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan

Jika ingin mengunjungi atau menikmati sesuatu yang tidak biasa saat liburan, mungkin blue fire Kawah Ijen bisa menjadi salah satu rekomendasinya.

Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut, lebih tepatnya di puncak Gunung Ijen. Kawah Ijen ini terbentuk alami akibat letusan fenomena api biru atau blue fire, bisa ditemukan di kawah Gunung Ijen yang berada di puncak gunung bersifat asam itu. Kedalamannya dan keluasan kawah masing-masing mencapai 200 meter dan 5.466 hektar.

Untuk mencapai kawasan Kawah Ijen ini ada dua jalur yang bisa dilalui. Pertama melalui Banyuwangi. Namun rute melalui Banyuwangi lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang buruk dan biasa digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen.

Begini rute yang dilalui dari Banyuwangi, lalu menuju Kecamatan Licin. Kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Jambu lalu ke Patulding. Lalu dari Patulding ini tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Menuju Kawah Ijen dari Banyuwangi ini kira-kira akan menempuh total jarak yang mencapai 38 kilometer.

Rute kedua yaitu melalui Kota Bondowoso. Berangkat dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, dan dilanjutkan ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jalur dari Bondowoso ini lebih baik dari Banyuwangi karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Jarak tempuh jalur Bondowoso ini mencapai 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang indah.

Untuk mengejar api biru Kawah Ijen ini banyak wisatawan yang mendaki gunung tersebut di malam hari. Karena memang waktu terbaik untuk menyaksikan atraksi api berwarna biru di puncak Gunung Ijen adalah pada dini hari menjelang fajar, yakni antara pukul 02.00 WIB–03.00 WIB. Pendakian di malam hari juga dilakukan agar tidak ketinggalan api biru tersebut, mengingat jarak pendakian dari Pos Paltuding ke puncak Ijen sekitar 3,8 kilometer dengan waktu tempuh berjalan kaki sekitar 2,5-3 jam.

Dalam pendakian tersebut, mengingat suhu di kawasan kawah ini mencapai suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius. Dan tingkat keasaman kawan yang sangat tinggi serta jalur trekking kira-kira 45 derajat yang bisa menguras tenaga ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, mulai dari kondisi fisik hingga tips perlengkapan.

Karena nantinya akan mendaki gunung, maka fisik adalah hal yang utama. Pemanasan sebelum melakukan pendakian sangat disarankan agar tidak terlalu kelelahan dan cedera di perjalanan. Mengingat medannya yang cukup berat bagi yang belum pernah mendaki gunung, disarankan bagi yang memiliki kondisi fisik tidak fit untuk tidak melakukan pendakian.

Kemudian hal yang perlu diperhatikan selanjutnya ialah perlengkapan pendakian. Seperti layaknya jalur pegunungan yang dingin, pakaian hangat seperti jaket tebal, sarung tangan, kaos kaki, dan penutup kepala sangat disarankan. Agar bisa menekan rasa dingin pada tubuh dan terhindar dari kedinginan atau pun hipotermia.

Lalu mengingat trek yang ditempuh terdiri dari tanah berpasir dan bebatuan, persiapkan alas kaki yang sesuai dengan kontur pegunungan agar nyaman saat berjalan dan meminimalisir terjatuh dan terpeleset yang bisa menimbulkan cedera.

Karena pendakian di malam hari, jangan lupa untuk membawa senter. Jika tidak membawa dari rumah, bisa menyewa dengan membayar Rp 50.000 kepada pedagang di area Pos Paltuding yang menyediakan jasa sewa senter dengan baterai. Bukan hanya senter, pemakaian masker saat pendakian juga sangat disarankan mengingat bau belerang yang bahaya bagi pernapasan. Jika tidak ada masker, maka bisa juga menyewa dengan harga Rp 25.000.

Selain kondisi fisik dan beberapa saran perlengkapan, dalam pendakian ini juga jangan lupa untuk membawa makanan penambah tenaga di perjalanan. Karena mendaki gunung tidak mudah dan melelahkan, asupan energi sangat diperlukan guna menambah tenaga di jalan.

Jka sebelumnya, belum pernah melakukan pendakian malam hari atau pun belum pernah mendaki Gunung Ijen untuk melihat Kawah Ijen ini sebaiknya menyewa jasa guide lokal agar tidak tersesat di jalur pendakian. Agar tenang dan aman di perjalanan, mengingat suasana malam yang gelap dan dala kondisi kelelahan bisa membuat diri kehilangan fokus dan tersesat. Jasa guide lokal bisa diandalkan.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply