Situs Kali Ngalang, Pantai Purba Jutaan Tahun Lalu di Gunungkidul

Situs Ngalang di Kecamatan Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu geosite Geopark Gunung Sewu di Kabuapten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di lokasi aliran sungai sepanjang 15 kilomenter (km) ini, nantinya akan dikembangkan menjadi lokasi wisata edukasi.

Geopark Gunung Sewu di Gunungkidul terdapat  13 geosite, yakni meliputi Pantai Baron-Kukup-Krakal, Hutan Wanagama, Hutan Turunan, Gua Ngingrong, Goa Jlamprong, Air terjun Bleberan, dan Lembah Bengawan Solo purba.

Baca juga: 

Selain itu, ada pula Pantai Siung-Wediombo, Luweng Goa Jomblang, Luweng Kali Suci, Endapan laut Miosen Awal (Formasi Sambipitu), dan Gunungapi Miosen Awal (Formasi Nglanggran).

Situs Ngalang persis berada di bawah Jembatan Ngalang jalan antara Sambipitu-Gedangsari. di bawah jembatan, terdapat batuan yang dulunya merupakan bekas pasir pantai jutaan tahun yang lalu.

Di batuan itu, tampak semacam ukiran-ukiran seperti cacing. Ukiran itu merupakan bekas jalan buatan hewan pada zaman purba (pong-pongan) yang hidup dalam pasir pantai pada zaman dahulu. 

Selain itu, ada pula batuan berwarna hitam sebagai bagian dari tubuh Gunung Api Purba Nglanggeran yang terpisah dari badan utamanya karena mengalami proses erosi dalam waktu sangat lama.

“Formasi ini terbentuk karena adanya sedimentasi peletusan Gunung Api Purba Nglanggeran pada 16 juta tahun yang lalu,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono saat dihubungi Minggu (23/5/2021)

Dijelaskan proses pengangkatan tanah yang awalnya dasar laut ini menyebabkan biota laut waktu itu pun ikut terangkat.

Baca juga: 

Proses geologi inilah yang menarik dan ditetapkan salah satu dari 20 warisan geologi di DIY melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021 tentang Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi atau pendidikan. Sudah dibuat DED nya beberapa waktu lalu dan nantinya akan dibangun Fasilitas pendukung,” kata Harry

Dari pengamatan, kawasan tersebut sudah memiliki papan informasi mengenai sejarah terbentuknya kawasan formasi batuan Sambipitu.

Sudah ada tempat cuci tangan. Untuk berkunjung lebih baik saat musim kemarau karena kalau musim penghujan praktis tertutup air.

Penjelasan seputar situs Kali Ngalang

Adapun, terbentuknya situs Kali Ngalang ini dimulai setelah era erupsi super atau setelah gunung-gunung api pada zaman purba, salah satunya Nglanggeran, telah mati.

Selain Nglanggeran, beberapa gunung api purba lainnya adalah Gunung Api Purba Batur (Gunung Api Purba Wediombo) dan Gunung Api Purba Semilir.

Jika mengutip dari http://geoheritage.jogjaprov.go.id, Situs Ngalang yang termasuk Geotapak ini terletak di Kali Ngalang.

Jejak hewan purba yang hidup di pasir pantai purba Kali Ngalang, Gunungkidul.
Jejak hewan purba yang hidup di pasir pantai purba Kali Ngalang, Gunungkidul

Dituliskan bahwa Setelah rangkaian erupsi super, masuklah ke masa akhir kejayaan gunung api. Pada masa ini (2-16 juta tahun yang lalu) hampir seluruh pulau Jawa tergenang laut dangkal.”

Kondisi air laut yang menggenangi  Pulau Jawa ini tenang, jernih, sumber makanan cukup, dan cahaya matahari  yang masuk ke laut cukup baik, sehingga kumpulan-kumpulan biota air berkembang pesat dan terbentuk suatu koloni koral secara besar-besaran.

Jejak rekam peristiwa ini secara jelas terlihat di Situs Kawasan Warisan Geologi  di Kali Ngalang, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari Gunungkidul.

Kawasan ini dinamakan Geotapak Situs Bioturbasi Kali Ngalang. Pada batuan ini, dapat dilihat sisa-sisa aktivitas organisme laut yang hidup di dasar perairan dengan cara membuat rumah-rumah di dalam pasir pantai yang kini telah membatu.

Bioturbasi adalah jejak purba yang disebabkan hewan pong-pongan yang hidup di perairan laut dangkal,

Lurah Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kaderi mengaku senang dengan pengembangan wisata edukasi di situs Ngalang, dan sudah membentuk kelompok sadar wisata yang berlokasi di Dusun Plosodoyong.

Baca juga: 

“Sudah kami fasilitasi dan berikan pendampingan untuk memperkuat keberadan pokdarwis,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dia berharap kedepan bisa dikembangkan secara maksimal, sehingga bisa mendorong perkembangan perekonomian masyarakat setempat. Termasuk penambahan fasilitas sehingga memudahkan wisatawan untuk belajar.

sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply