Waktu Terburuk untuk Terbang, Cek Sebelum Beli Tiket

Perjalanan menggunakan pesawat terbang membutuhkan sejumlah persiapan. Termasuk, menentukan jadwal penerbangan yang tepat.

ilustrasi penumpang pesawat.

ilustrasi penumpang pesawat.

Ternyata, ada beberapa waktu terburuk untuk terbang berdasarkan pengalaman dari pilot dan awak kabin, maupun sejumlah survei.

Oleh sebab itu, penumpang sebaiknya menghindari jadwal penerbangan tersebut. Berikut waktu terburuk untuk terbang yang dihimpun Kompas.com.

1. Sore hari

Seorang pilot sebuah maskapai penerbangan dari Los Angeles, Jerry Johnson mengungkapkan, waktu terburuk untuk terbang adalah sore hari. Terlebih, jika penumpang mudah diliputi rasa cemas dan panik saat berada di dalam pesawat.

Mengutip dari Reader’s Digest, Johnson menuturkan pada sore hari pesawat kerap menghadapi udara bergelombang yang berpotensi menimbulkan turbulensi.

Ilustrasi pesawat terbang di tengah cuaca mendung dan awan cumulonimbus. Cuaca penerbangan.

Ilustrasi pesawat terbang di tengah cuaca mendung dan awan cumulonimbus. Cuaca penerbangan.

Kondisi itu, kata dia, tentunya tidak bagus untuk tipe penumpang yang mudah cemas dan panik ketika berada dalam sebuah penerbangan. Selain itu, peluang terjadi badai petir di sore hari lebih tinggi ketimbang pagi hari.

“Suhu daratan yang panas dapat menyebabkan udara lebih bergelombang. Selain itu, kemungkinan besar terjadi badai petir pada sore hari,” ujar Johnson, dikutip dari Reader’s Digest. 

Oleh sebab itu, ia menyarankan penumpang untuk memesan penerbangan di pagi hari. Khususnya, bagi penumpang yang mudah cemas dan panik saat berada di ketinggian.

 

2. Larut malam

Pakar Penerbangan Gordon Smith mengungkapkan bahwa waktu terburuk untuk terbang adalah larut malam atau tengah malam. Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari pendapat itu, seperti dilansir dari Daily Mail UK.

Pertama, penerbangan larut malam berisiko lantaran jadwal penerbangan pesawat sangat padat. Terkadang, sebuah pesawat dapat terbang mulai dari pagi hari hingga lewat tengah malam.

“Meskipun keberangkatan larut malam nyaman, namun jadwal tersebut juga berisiko,” ujar Smith dikutip dari Daily Mail UK. 

 

Ilustrasi pesawat mendarat di malam hari

Ilustrasi pesawat mendarat di malam hari

Kedua, Smith menuturkan penerbangan larut malam berpotensi lebih besar mengalami penundaan alias delay. Peluang delay menjadi lebih buruk apabila bandara memiliki aturan jam malam ketat, seperti Bandara Frankfurt, Jerman.

Ketiga, pilot dan awak kabin juga terikat dengan jam kerja ketat demi keselamatan. Jadi, penerbangan dapat dibatalkan apabila mereka harus lembur melebihi jam kerjanya.

“Layanan penerbangan paling akhir kemungkinan besar akan mengalami penundaan,” imbuhnya.

Sebaliknya, ia menyarankan penumpang mengambil penerbangan di pagi hari guna menghindari semua kendala tersebut.

Ilustrasi pesawat.

Ilustrasi pesawat.

3. Minggu

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan HappyOrNot, menunjukkan bahwa hari Minggu adalah hari yang paling tidak baik untuk naik pesawat. HappyOrNot merupakan perusahaan umpan balik (feedback) instan asal Finlandia.

Mengutip The Sun dalam Kompas.com (16/6/2022), perusahaan melalukan analisa terhadap lebih dari 4,5 juta umpan balik pelanggan dari 30 bandara dari berbagai negara.

Hasilnya, para penumpang pesawat mengaku paling tidak bahagia pada penerbangan di hari Minggu. Sebaliknya, para penumpang mengaku hari paling bahagia untuk naik pesawat adalah Rabu.

Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

CEO HappyOrNot, Miika Makitalo, mengatakan pengalaman perjalanan penumpang bervariasi, mulai dari yang menyenangkan hingga melelahkan.

“Dengan menyampaikan temuan ini, kami berharap dapat mempersiapkan pelaku perjalanan, dengan pengetahuan soal kapan waktu yang terbaik untuk naik pesawat dan kapan waktu yang sebaiknya dihindari,” ujarnya.

Selain itu, harga tiket pesawat pada Jumat dan Minggu cenderung lebih mahal dibandingkan hari lainnya, berdasarkan informasi dari Kompas.com, Selasa (8/2/2022).  Oleh sebab itu, calon penumpang pesawat sebaiknya memesan jadwal penerbangan di luar Jumat dan Minggu, agar mendapatkan penawaran yang lebih baik.

4. Di atas pukul 18:00

Penerbangan di atas pukul 18;00, pada hari apapun ternyata sangat berisiko mengalami pembatalan. Melansir dari The Sun dalam Kompas.com (19/6/2022), setidaknya ada 138 penerbangan batal antara pukul 18:00 sampai dengan 18:59.

Jumlah pembatalan penerbangan itu setara dengan tiga persen jadwal penerbangan yang ada.

Analis Official Airlines Guide (OAG) John Grant, menuturkan penyebab pembatalan penerbangan itu adalah maskapai telah kehabisan sumber daya manusia dan keterlambatan jadwal pesawat.

“Belum lagi, ada penerapan jam malam ketat di beberapa bandara, seperti di Inggris dan negara Eropa lainnya,” jelas Grant.

Ilustrasi penumpang turun dari pesawat di malam hari

Ilustrasi penumpang turun dari pesawat di malam hari

Seorang pramugari mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pada penerbangan pagi hari, kondisi awak kabin dan pesawat jauh lebih baik dibandingkan malam hari.

Oleh sebab itu, pramugari yang tidak disebutkan namanya itu menyatakan bahwa penerbangan terbaik adalah pagi hari.

“Penerbangan pagi hari adalah yang terbaik, karena hampir semua pesawat selalu tepat waktu,” ujarnya.

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar