Wisata Jip di Kulon Progo, Serunya Uji Nyali Lewati Rintangan

Berwisata dengan naik mobil jip adalah salah salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Adapun rute perjalanan dari Jeep Wisata Glagah (Jewiga) tersedia dalam beberapa pilihan, di antaranya Trip Laguna Offroad, Trip Mangrove, dan Trip YIA (Yogyakarta International Airport).

Pada Rabu (15/6/2022), Kompas.com berkendara naik jip yang berkapasitas lima orang termasuk pengemudi sekaligus pemandu wisata, menuju wisata Kalibiru dan menyusuri Laguna Pantai Glagah.

Pengalaman naik jip ke Kalibiru dan Laguna Pantai Glagah

Kompas.com berangkat pukul 14.30 dari Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta di kawasan tidak jauh dari bandara.

Sepanjang perjalanan selama kurang lebih dua jam, wisatawan bisa menikmati alam Kulon Progo yang indah, ditemani dengan semilir angin sejuk. Terlihat juga perkampungan warga dan Waduk Sermo yang sangat luas.

Setelah sampai di Kalibiru, wisatawan dapat mengambil foto di spot-spot instagramable dan pemandangan menawan dari ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jeep wisata Glagah saat tiba di Kalibiru, Kulon Progo.

Jeep wisata Glagah saat tiba di Kalibiru, Kulon Progo.

Selanjutnya sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan jip memulai perjalanan memasuki rintangan di Laguna Pantai Glagah.

Meski rute yang dilewati kali ini termasuk jarak pendek, wisatawan akan benar-benar merasakan rintangan yang cukup menantang, seperti tanjakan curam dan melewati genangan kolam.

Tak heran, beberapa mobil jip sempat berhenti dan membutuhkan bantuan dari jip lainnya untuk kembali berjalan, yang biasa disebut sebagai evakuasi.

 

Kendati cukup menantang, wisatawan tidak perlu khawatir karena para pemandu wisata dari Jewiga merupakan pengemudi yang andal dan sudah bertahun-tahun menjadi pegiat off road.

Setelah perjalanan melalui sejumlah rintangan air dan tanjakan, Trip Laguna Offroad berakhir sekitar pukul 19.00 WIB.

Panduan naik jip dan harga paket wisata

Jika ingin mencoba perjalanan naik jip, wisatawan bisa memesan melalui akun Instagram resmi Jewiga (@jeep_wisata_glagah_official) dan kontak yang tertera di media sosial.

Adapun biayanya berbeda sesuai dengan rute perjalanan, yaitu mulai dari Rp 200.000 sampai Rp 750.000, seperti dijelaskan salah seorang pengelola Jewiga.

“(Harganya) macam-macam. Paling ekonomis itu Rp 200.000, enggak lewat rintangan. Kita susur laguna, lewat pinggir hutan laguna, terus susur pantai,” kata pengelola Jewiga bernama Ivan Semesta, Rabu.

Jeep wisata Glagah saat menyusuri rintangan di Kulon Progo.

Jeep wisata Glagah saat menyusuri rintangan di Kulon Progo.

Ia melanjutkan bahwa paket yang masuk rintangan adalah trip laguna seharga Rp 350.000. Jip akan masuk rintangan, susur pantai, dan hutanRabu.

Ia menjelaskan, ada juga trip run away di sebelah selatan Bandara Internasional Yogyakarta, dengan harga long trip-nya mencapai Rp 750.000.

“Itu nanti trip semuanya, tambah ke sebelah bandara, atau ke tempat wisata sekitarnya. Kalau long trip sekitar empat jam,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ivan, biaya perjalanan masih bisa berubah sesuai dengan jarak destinasi yang ditempuh. Misalnya harga wisata ke Kalibiru yang lebih jauh tentu berbeda dengan rute Mangrove yang lebih dekat.

Dari beberapa paket perjalanan, Ivan memberikan rekomendasi paket Trip Laguna offroad. Pasalnya, menurut dia wisatawan dapat merasakan tantangan melewati tanjakan dan kolam air yang menantang.

Pengemudi sekaligus pemandu wisata Jeep di Kulon Progo, Ivan Semesta.

Pengemudi sekaligus pemandu wisata Jeep di Kulon Progo, Ivan Semesta.

“Paling bagus yang direkomendasikan itu yang Laguna. Soalnya ada main airnya juga. Jadi di rintangan air, kita bisa basah, tapi ada tanjakan dan turunannya,” terang Ivan.

Sebagai informasi, wisata mobil jip di Kulon Progo baru dimulai sejak November 2021. Jewiga sendiri merupakan komunitas pencinta jip yang akhirnya bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo untuk membuat paket-paket perjalanan wisata.

“Ini rata-rata teman-teman masih punya sendiri (mobilnya). Kami komunitas, awalnya hobi offroad, tapi pandemi kemarin kan enggak ada event. Terus kami sama Dinas Pariwisata bikin wisata offroad,” tutur dia.

sumber: kompas.com

Author: Bang Ido

I like travel

Leave a Reply