8 Daftar Bumbu dan Rempah-rempah yang Mampu Meredakan Penyakit

Bumbu dan rempah-rempah seperti jahe, bawang putih, kunyit, dan yang lainnya tidak hanya menambahkan rasa ke makanan favorit kita.

Bahan makanan ini juga memiliki beberapa sifat penyembuhan dan dapat membantu melawan penyakit.

” Rempah-rempah dan bumbu adalah cara yang luar biasa untuk menambah rasa dan nutrisi ke dalam makanan tanpa kalori berlebihan.”

Demikian dikatakan oleh pakar nutrisi dan kesehatan, sekaligus penulis “Eating in Color”, Frances Largeman-Roth.

Nah, bagi yang sudah memiliki rencana makan enak dan menyehatkan, mari simak 8 daftar bumbu, serta rempah-rempah yang dilansir dari laman The Healthy berikut ini.

1. Cabai

Ilustrasi cabai merah potong.
Foto Ilustrasi cabai merah potong. (SHUTTERSTOCK AFRICA STUDIO)

Cabai mengandung senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas pada makanan.

Selain itu, cabai merupakan bahan aktif yang dapat digunakan sebagai salep, dan koyo untuk radang sendi maupun nyeri otot.

Cabai juga bisa mengobati nyeri herpes zoster dan nyeri saraf terkait diabetes karena dianggap bertindak sebagai anti-inflamasi, serta antioksidan.

Kita dapat memasukkan beberapa potong cabai ke dalam sup ayam untuk meredakan flu dan melegakan tenggorokan.

Cabai juga menjadi penguat metabolisme dan mempercepat pembakaran kalori selama beberapa jam setelah makan.

“Memasak dengan rempah-rempah sering menjadi pilihan yang baik,” kata seorang naturopath di San Francisco, Erica Matluck.

“Namun, jika kita menggunakannya untuk mengatasi masalah kesehatan, seringkali suplemen diperlukan untuk mendapatkan dosis terapeutik,” sambung dia.

2. Kayu manis

Ilustrasi kayu manis
Foto Ilustrasi kayu manis(SHUTTERSTOCK)

Kayu manis tidak hanya lezat apabila ditaburkan pada oatmeal atau latte.

Ini juga merupakan rempah-rempah yang berpotensi menyembuhkan dan dapat meningkatkan kontrol gula darah pada penderita diabetes.

Kayu manis dikaitkan dengan peningkatan profil kolesterol karena memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi.

Temuan tersebut telah ditunjukkan dalam penelitian pada kerusakan sel bakteri berbahaya seperti E. coli dan Staphylococcus aureus.

3. Cengkeh

Ilustrasi cengkeh, rempah yang dulu digunakan sebagai pengharum mulut.
Foto Ilustrasi cengkeh, rempah yang dulu digunakan sebagai pengharum mulut. (SHUTTERSTOCK/SETYO ADHI PAMUNGKAS)

Cengkeh mengandung bahan kimia anti-inflamasi yang disebut eugenol. B

eberapa penelitian menunjukkan, bahwa bahan kimia ini mampu menghambat protein yang memicu peradangan dan menyebabkan rasa sakit, serta masalah kesehatan lainnya.

Kombinasi sifat anti-inflamasi dan antioksidan menunjukkan kemungkinan manfaat kesehatan lainnya seperti meningkatkan perlindungan terhadap penyakit jantung.

Senyawa dalam cengkeh, yang juga ditemukan dalam kayu manis dapat meningkatkan fungsi insulin.

Biasanya tidak jadi masalah untuk menambahkan cengkeh dan rempah-rempah lain dalam makanan tanpa berkonsultasi dengan dokter, kecuali Jika kita memiliki alergi.

“Namun, ketika menggunakan rempah-rempah pada dosis yang lebih tinggi untuk mengatasi gejala penyakit, saya selalu merekomendasikan berkonsultasi dengan seorang ahli,” ungkapnya.

4. Ketumbar

Ilustrasi ketumbar
Foto Ilustrasi ketumbar(shutterstock)

Biji ketumbar menghasilkan cilantro yang menjadi ramuan pokok dalam masakan di negara-negara seperti Meksiko, Thailand, Vietnam, India, dan Indonesia.

Bumbu yang satu ini dapat membantu beberapa orang dengan sindrom iritasi usus karena  menenangkan kejang usus yang menyebabkan diare.

Sebuah tinjauan tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Food Research International mengatakan, bahwa ketumbar dapat berpotensi menjadi obat herbal.

Misalnya, menghilangkan rasa sakit, sebagai pereda migrain, dan meningkatkan kesehatan jantung. Kita bisa menambahkan ketumbar ke dalam segala jenis makanan, terutama makanan berkuah dan minuman teh sebagai bantuan untuk melancarkan pencernaan.

5. Bawang putih

Ilustrasi bawang putih.
Foto Ilustrasi bawang putih.(SHUTTERSTOCK)

Saat kita makan bawang putih mentah, pasti napas kita akan berbau kurang sedap.

Bau tersebut rupanya berasal dari allicin atau senyawa belerang yang diyakini bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat dari bumbu ini.

Bawang putih memiliki manfaat untuk dapat mengurangi tekanan darah dan kolesterol total dalam berbagai penelitian, meskipun tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat jantung.

Sebuah penelitian di tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Cancer menunjukkan, bawang putih dapat mengurangi risiko kanker.

Oleh sebab itu, makan lebih banyak bawang putih mungkin  memiliki manfaat yang lebih banyak pula bagi kesehatan kita.

6. Jahe

Ilustrasi minum teh jahe.
Foto Ilustrasi minum teh jahe.(SHUTTERSTOCK)

Jahe bukan hanya bahan lezat dalam kue dan permen. Tanaman ini telah memainkan peran utama dalam pengobatan di Asia selama berabad-abad, terutama untuk melancarkan pencernaan.

Matluck mencatat, jahe sering ditambahkan ke formula herbal untuk meningkatkan potensi herbal lainnya.

Para peneliti juga bersemangat dengan kemampuan jahe untuk memerangi peradangan dan beberapa penelitian menemukan jahe sebagai obat yang mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada radang sendi.

Jahe juga dapat bekerja melawan migrain dengan memblokir zat peradangan yang disebut prostaglandin.

Sebuah studi menemukan, konsumsi jahe setiap hari dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Di samping itu, manfaatnya untuk perut antara lain melancarkan saluran pencernaan, menetralkan asam, serta mengurangi kontraksi usus.

Beberapa penelitian juga menyebutkan jahe dapat mengurangi mual bagi orang yang sedang kemoterapi atau wanita hamil.

Kita dapat menambahkan jahe ke dalam sup, kue, smoothie, atau minuman hangat seperti teh dan jahe panas.

7. Pala

Ilustrasi minyak biji pala.
Foto Ilustrasi minyak biji pala. (SHUTTERSTOCK/N_DEFENDER)

Biji pala mengandung eugenol, senyawa alami yang dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Beberapa sejarawan menghubungkan popularitasnya dalam perdagangan rempah-rempah dengan efek halusinasi yang dihasilkan dari menelan jumlah besar.

Efek kesenangan disebabkan oleh bahan aktif pala bernama myristicin, yang digambarkan mirip ekstasi. Jadi, meskipun rempah yang satu ini dapat menyehatkan tubuh, namun jangan mengonsumsinya dalam jumlah yang besar.

Kita bisa menaburkna sedikit pala ke dalam cokelat panas atau gunakan sebagai bumbu membuat kue.

8. Kunyit

ilustrasi kunyit
Foto ilustrasi kunyit(Shutterstock)

Kunyit adalah rempah-rempah yang berwarna kuning dan biasanya digunakan dalam pengobatan, merangsang nafsu makan, dan sebagai melancarkan pencernaan.

Tetapi, akhir-akhir ini kunyit berpotensi kuat untuk menjadi obat herbal bagi penderita kanker usus besar.

Sebab, bahan kimia kurkumin dianggap sebagai agen antikanker potensial, yang membantu meredakan peradangan dan memperbaiki DNA yang rusak.

Kunyit juga dapat mengurangi peradangan dalam sejumlah kondisi, termasuk psoriasis dan rheumatoid arthritis.

Penyerapan kurkumin bisa ditingkatkan ketika dikombinasikan dengan lada hitam dan sumber lemak.

Sumber:  Kompas.com 

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply